Selasa, 04 Oktober 2011 0 komentar

Cerita Pendek Cinta Sejati

Cerita ini merupakan kisah nyata seorang tante yang saya temui di Bali, tetapi detail yang saya sebutkan mungkin tidak sesuai dengan kisah aslinya. Saya menuliskan apa yang saya tangkap dari yang diceritakan tante. Sebut saja Ami (bukan nama sebenarnya). Tante Ami bercerita mengenai pengalaman hidupnya ketika masa kuliah.
Sekitar dua puluh tahun yang lalu, Ami sedang menjalankan semester terakhir dan berusaha menyelesaikan skripsi. Disaat itu pula, 2 minggu yang akan datang, Ami akan dipersunting oleh seorang pria yang bernama Iman (bukan nama sebenarnya).
Ami dan Iman telah berpacaran selama 7 tahun. Iman merupakan teman SD Ami. Mereka telah kenal selama 14 tahun. Masa 7 tahun adalah masa pertemanan, dan kemudian dilanjutkan ke masa pacaran. Mereka bahkan telah bertunangan dan 2 minggu ke depan, Ami dan Iman akan melangsungkan ijab kabul.
Entah mimpi apa semalam, tiba-tiba Ami dikejutkan oleh suatu berita.
Adiknya Iman: Mbak Ami, Mbak Ami. Mas Iman…Mas Iman….kena musibah!
Ami: Innalillahi wa inna illahi roji’un…
Saat itu Ami tidak mengetahui musibah apa yang menimpa Iman. Kemudian sang adik melanjutkan beritanya…
Adiknya Iman: Mas Iman…kecelakaan…dan..meninggal…
Ami: Innalillahi wa inna illahi roji’un…
…dan Ami kemudian pingsan…
Setelah bangun, Ami dihadapkan oleh mayat tunangannya. Ami yang shock berat tak bisa berkata apa-apa. Bahkan tidak ada air mata yang mengalir.
Ketika memandikan jenazahnya, Amit terdiam. Ami memeluk tubuh Iman yang sudah dingin dengan begitu erat dan tak mau melepaskannya hingga akhirnya orang tua Iman mencoba meminta Ami agar tabah menghadapi semua ini.
Setelah dikuburkan, Ami tetap terdiam. Ia berdoa khusyuk di depan kuburan Iman.
Sampai seminggu ke depan, Ami tak punya nafsu makan. Ia hanya makan sedikit. Ia pun tak banyak bicara. Menangis pun tidak. Skripsinya terlantar begitu saja. Orangtua Ami pun semakin cemas melihat sikap anaknya tersebut.
Akhirnya bapaknya Ami memarahi Ami. Sang bapak sengaja menekan anak tersebut supaya ia mengeluarkan air mata. Tentu berat bagi Ami kehilangan orang yang dicintainya, tapi tidak mengeluarkan air mata sama sekali. Rasanya beban Ami belum dikeluarkan.
Setelah dimarahi oleh bapaknya, barulah Ami menangis. Tumpahlah semua kesedihan hatinya. Setidaknya, satu beban telah berkurang.
…tiga bulan kemudian…
Skripsi Ami belum juga kelar. Orangtuanya pun tidak mengharap banyak karena sangat mengerti keadaan Ami. Sepeninggal Iman, Ami masih terus meratapi dan merasa Iman hanya pergi jauh. Nanti juga kembali, pikirnya.
Di dalam wajah sendunya, tiba-tiba ada seorang pria yang tertarik melihat Ami. Satria namanya (bukan nama sebenarnya). Ia tertarik dengan paras Ami yang manis dan pendiam. Satria pun mencoba mencaritahu tentang Ami dan ia mendengar kisah Ami lengkap dari teman-temannya.
Setelah mendapatkan berbagai informasi tentang Ami, ia coba mendekati Ami. Ami yang hatinya sudah beku, tidak peduli akan kehadiran Satria. Beberapa kali ajakan Satria tidak direspon olehnya.
Satria pun pantang menyerah, sampai akhirnya Ami sedikit luluh. Ami pun mengajak Satria ke kuburan Iman. Disana Ami meminta Satria minta ijin kepada Iman untuk berhubungan dengan Ami. Satria yang begitu menyayangi Ami menuruti keinginan perempuan itu. Ia pun berdoa serta minta ijin kepada kuburan Iman.
Masa pacaran Ami dan Satria begitu unik. Setiap ingin pergi berdua, mereka selalu mampir ke kuburan Iman untuk minta ijin dan memberitahu bahwa hari ini mereka akan pergi kemana. Hal itu terus terjadi berulang-ulang. Tampaknya sampai kapanpun posisi Iman di hati Ami tidak ada yang menggeser. Tetapi Satria pun sangat mengerti hal itu dan tetap rela bersanding disisi Ami, walaupun sebagai orang kedua dihati Ami.
Setahun sudah masa pacaran mereka. Skripsi Ami sudah selesai enam bulan yang lalu dan ia lulus dengan nilai baik. Satria pun memutuskan untuk melamar Ami.
Sebelum melamar Ami, Satria mengunjungi kuburan Iman sendirian. Ini sudah menjadi ritual bagi dirinya. Disana ia mengobrol dengan batu nisan tersebut, membacakan yasin, sekaligus minta ijin untuk melamar Ami. Setelah itu Satria pulang, dan malamnya ia melamar Ami.
Ami tentu saja senang. Tapi tetap saja, di hati Ami masih terkenang sosok Iman. Ami menceritakan bagaimana perasaannya ke Satria dan bagaimana posisi Iman dihatinya. Satria menerima semua itu dengan lapang dada. Baginya, Ami adalah prioritas utamanya. Apapun keinginan Ami, ia akan menuruti semua itu, asalkan Ami bahagia.
Ami pun akhirnya menerima lamaran Satria.
…beberapa bulan setelah menikah…
Di rumah yang damai, terpampang foto perkawinan Ami dan Satria. Tak jauh dari foto tersebut, ada foto perkawinan Ami ukuran 4R. Foto perkawinan biasa, namun ada yang janggal. Di foto tersebut terpampang wajah Ami dan Iman.
Ya, Ami yang masih terus mencintai Iman mengganti foto pasangan disebelahnya dengan wajah Iman. Foto itupun terletak tak jauh dari foto perkawinan Satria dan Ami. Sekilas terlihat foto tersebut hasil rekayasa yang dibuat oleh Ami. Namun Satria mengijinkan Ami meletakkan foto tersebut tak jauh dari foto perkawinan mereka.
Bagaimanapun Ami tetap akan mencintai Iman sekaligus mencintai Satria, suami tercintanya. Dan Satria merupakan pria yang memiliki hati sejati. Baginya, cinta sejatinya adalah Ami. Apapun yang Ami lakukan, ia berusaha menerima semua keadaan itu. Baginya tak ada yang perlu dicemburui dari batu nisan. Ia tetap menjalankan rumah tangganya dengan sakinah, mawaddah dan warramah, hingga saat ini…
Mendengar cerita diatas, terus terang saya merasa sedih, terharu, sekaligus miris. Saya kagum dengan sosok Satria yang ternyata benar-benar mencintai Tante Ami. Saya juga mengerti kepedihan Tante Ami ketika ditinggalkan tunangannya. Tentu rasanya sulit ditinggalkan oleh orang yang sudah membekas dihati.
Akankah ada pria-pria seperti Satria? Saya harap semoga banyak pria yang akan tetap setia kepada seorang wanita, menerima mereka apa adanya.
Minggu, 18 September 2011 0 komentar

Lagu Menghujat !!!

Illuminati, Satanic Dalam Video Klip Lady Gaga

Dalam video terbaru dia, ada sesuatu yang ingin dia coba sampaikan.. Ada jalan cerita yang tersembunyi disebalik lagu yang dinyanyikan, Kalau hanya dengar lagunya saja, mungkin tak banyak yang kita tahu. Kita akan mulai analisa semuanya dari permulaan video lagu Alejandro – Lady Gaga hingga habis. Ini adalah jalan cerita berdasarkan video...







Video dimulakan dengan laki-laki membuat beberapa formasi dan beberapa dari kepala mereka ditutup dengan sarung, mungkin mengisyaratkan bahwa itu adalah orang-orang tahanan dari beberapa macam. Salah satu laki-laki adalah dalam bentuk piramid sementara yang lain memegang hexagram sebagai tahanan berbaris.

“I know that we are young.
And I know you may love me.
But I just can’t be with you like this anymore, Alejandro.”



Selepas tu diteruskan dengan proses pemakaman.. Perarakan membawa keranda yang kita dapat melihat Gaga mengenakan jubah hitam dan membawa Sacred Heart (Hati Kudus). Sacred Heart ini adalah pendarahan hati Tuhan untuk umat manusia (dalam kepercayaan kristiani). Kenapa kata Sacred Heart ? Tengok gambar bawah.. Hati yang Lady Gaga pegang itu bukan hati biasa, tapi ada paku dan dawai yang di lilit-lilit (simbolik) yang sama macam Sacred Heart of Jesus (merujuk kepada hati Jesus).. Cari di google untuk membacanya lebih lanjut..


But I just can’t be with you like this anymore, Alejandro. Siapa Alejandro? Seorang lelaki yang dia tak boleh bersamanya? And then dia dicurangi oleh Roberto dan Fernando? (berdasarkan lirik). Kalau dengar lagu tanpa melihat video mungkin kita tidak akan mengerti. Gambaran video ini mengatakan bahawa Alejandro mungkin membawa maksud sesuatu yang lebih dalam.. Jadi kalau bukan manusia. Apa dan siapa Alejandro?


Kemudian Gaga ini dipaparkan dalam kedudukan berkuasa, memakai mahkota hitam sambil melihat tahanan melakukan persembahan untuknya. Gaga kemudian mengalihkan satu goggle. Sekaligus mempamerkan simbol illuminati – The All-Seeing Eye (bukan sekali tapi banyak kali) untuk mendedahkan sifat sejati dari kekuatannya.

Selepas itu ada sebuah adegan simbolik lagi, seorang tentera dipaparkan dipasang ke string, seperti boneka. Yang jelas menunjukkan yang ada seseorang ‘control’ dia. Atau istilahnya, dia adalah ‘mind-control slave’. Dia tidak boleh mengawal pergerakan sendiri.. Dan memegang senjata di kemaluannya. Wajah dianampak kosong, nampak bingung betul-betul seperti seorang hamba yang di-control segala pergerakannya – oleh Gaga si illuminatist tak guna.


Dalam adegan selanjutnya, Gaga sedang berbaring, memakai red latex suit yang untuk biarawati (Kristiani) dan memegang tasbih. Waktu scene ini Gaga memandang ke langit dan menyanyi part : “Stop, please, just let me go, Alejandro”. Sebaik saja dia sebut “Alejandro” Gaga mengangkat kedua tangannya kelangit. Jadi dalam part ini, tampak dengan jelas yang mengartikan bahwa Alejandro merujuk kepada tuhan bukan manusia.
(Alejandro = Tuhan)


“She hides true love
En su bolsillo.
She’s got a halo ’round her finger,
Around you.”


Maksud lirik ni pulak. A halo’ bermaksud ia dianggap “suci”(holy). Around her finger (cincin kimpoi) merupakan penyatuan Gaga dengan tuhan melalui agama, tapi dia sekarang malu dengan pernikahan ini kerana suaminya telah mati. Jadi dia menyembunyikan cincin itu di bolsillo nya, bolsillo dalam Sepanyol yang bermaksud poket dan mula menyalahkan tuhan .

Sehabis lirik tu.. Konsep penolakkan (rejection) ditujukan kepada Tuhan bermula.. Karena Tuhan nampaknya tidak memenuhi keperluan rohani Gaga. Dia kemudian memutuskan untuk mencari ketuhanan diri. Dengan memeluk satu spirituality yang baru.. Dalam video ini lebih menunjukkan yang Gaga telah bertukar dari biarawati menjadi paderi Luciferian (Syaitan).

(Mata Satu yang kita tahu simbolik kepada Illuminati)

Saya mengatakan bahwa itu adalah paderi syaitan sebab lihatlah jubah Gaga di atas. Ada sangat banyak simbol salib terbalik. Ini menunjukkan bahasa simbol yang membawa maksud yang jelas. Kita tahu salib adalah simbol keimanan bagi agama Kristian kerana mewakili pengorbanan Jesus & kebangkitan. Dalam Kristian, salib terbalik dikenali sebagai “Cross Of St.Peter”, untuk menghormati Simon Peter yang diminta untuk disalibkan terbalik kerana dia merasa tidak sesuai untuk dihukum mati dalam hal yang sama seperti Kristian lain. Tapi dalam kalangan bukan-Kristian, salib terbalik merupakan simbol penyelewengan dan sesuatu yang membawa kuasa negatif kerana simbol terbalik selalu ditemui dalam ilmu hitam dan Satanisme iaitu pemujaan syaitan..



Salib terbalik dan pentagram terbalik adalah simbol yang selalu digunakan untuk berhubung dengan syaitan. Untuk memuja dan menyeru syaitan.





"In symbolism, an inverted figure always signifies a perverted power (…)Black magic is not a fundamental art; it is the misuse of an art. Therefore ithas no symbols of its own. It merely takes the emblematic figures of white magic, and by inverting and reversing them signifies that it is left-handed.”
- Manly P. Hall



Waktu lirik ini yang dinyanyikan menunjukkan Gaga tidak mau diganggu oleh tuhan.

Dont bother me, Dont bother me, Alejandro (merujuk kepada tuhan)

Don’t call my name,vDon’t call my name, Bye Fernando.
I’m not you’re babe, I’m not you’re babe, Alejandro (tuhan)

Salib terbalik (simbol syaitan) ditempatkan pada kedua bahu gaga, menjadi simbol tiang. Dilapiskan dan digabungkan dengan simbol terbalik di alat kelaminnya. Di angkat oleh sekumpulan lelaki dalam satu bulatan. Mengangkat seperti mengagungkan Gaga, menyambut kedatangan Gaga ke dalam kumpulan mereka..


Setelah itu, Gaga memasukkan tasbih kedalam mulutnya. Tasbih adalah serangkaian manik-manik yang digunakan dalam tradisi Katolik untuk berdoa dan meditasi. Dalam Islam sendiri ada tasbih. Jadi dengan menelan tasbih, Gaga menggabungkan dalam dirinya simbol ketaatan dalam agama dan juga bermaksud cara Gaga untuk mendapatkan Ketuhanan dengan caranya sendiri. Dia ingin mencapai keilahian dengan satu cara sendiri. Itu adalah prinsip aktif Lucifer. Jelas menunjukkan yang Gaga bukan menyembah tuhan, tetapi Lucifer..



I’m not your babe I’m not your babe, Fernando. Waktu menyebut perkataan "Fernando", Gaga membuat simbol tangan seperti itu (yang jelas merujuk kepada Jesus). Itu adalah tanda berkat bagi ajaran Kristian, Katolik kepada mereka yang dianggap Suci. Ingat, gaga itu suka membaut simbol dengan seenaknya dia. Sebab semua simbol membawa makna yang tersendiri.. Mari kita cari lagi apa makna dari dia..

Gaga menyanyi sambil memandang keatas dan kemudian dia mengulang-ulang lirik :

”Don’t call my name, Don’t call me Name Bye Fernando (Jesus)”


Dan di akhir video.. Ditunjukkan Gaga dilampirkan bersama strings.. Pada mulanya Gaga yang mengontrol lelaki itu dan akhir video ditunjukkan Gaga lah yang ternyata di kontrol.. Oleh siapa? Pikirkanlah siapa yang mengontrol Gaga ini. Siapa dalang disebalik semua ini? Siapa ketuanya? Juragan mampu mencari jawabannya kan?

Sebagaimana disebutkan di atas, video Alejandro sangat kompleks dan simbolik, dan sesuai untuk multitafsir. Boleh jadi macam-macam, bergantung pada pengetahuan si pemerhati dan sudut pandangan masing-masing. Namun demikian, rasanya bagian-bagian video Alejandro dalam ini jelas and tidak perlu banyak teka teki macam video Telephone dan Bad Romancae.

Jadi apa yang Gaga coba sampaikan dari video nya?

Dalam ni gaga menolak iman Kristian oleh mengotori simbol dan menunjukkan yang ada satu kuasa spiritual lain. Hmm sesudah ini apa?

Gaga ini membawa bersamanya semua agenda illuminati, dan banyak orang yang terpukau olehnya. Namun saya yakin dah ada banyak peminat dia yang mula ragu-ragu dengan diri Gaga, tindakan nya dalam setiap video. Tapi masih tidak boleh berhenti mendengarkannya.

0 komentar









0 komentar

Holy Monday

Holy Monday – A Crowd’s Change of Heart
Holy Monday occurred one day after Palm Sunday. Only one day before Holy Monday, the Pharisees had ordered Jesus to silence the crowd’s joyful praises (Luke 19:37–39). Five days later, Pilate would not be able to silence a crowd who condemned the Son of God (Luke 23:22–25). What did Jesus do and say during this final week that caused the crowd’s conflicting responses? Jesus would use this second day of what we now call Holy Week to demonstrate genuine faith in God and to affirm His Messianic authority.
 
;